Senin, 21 Januari 2019

Tips Mengatasi Disentri Dirumah

Written by  
Tips Mengatasi Disentri Dirumah - Mungkin sebagian orang mendengar kata disentri memang sudah tidak asing lagi. Disentri ialah kondisi dimana usus besar mengalami infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri shiggela dan amoeba. Tidak hanya itu saja, disentri juga disebabkan oleh sanitasi yang buruk, baik lingkungan maupun makanan. 

Kondisi ini memang sering terjadi, apalagi kondisi ini lebih rentan dialami oleh orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, tentunya bakteri penyebab disentri akan semakin mudah untuk menyerang dan menginfeksikan organ tubuh. 

Orang yang terkena disentri sebaiknya harus segera mengobatinya, karena jika kondisi ini tidak segera diatasi dengan cepat, maka akan menimbulkan komplikasi atau bahkan kematian. Oleh karena itu, jika keluarga atau anak anda terkena disentri, maka segeralah untuk mengobatinya. 

Perlu untuk anda ketahui, meski disentri merupakan kondisi yang cukup serius, tetpai ada beberapa tips yang mampu mengatasi disentri dirumah. Penasaran ? Simak informasinya berikut ini : 

Tips Mengatasi Disentri Dirumah 

Hasil gambar untuk gaya pola hidup sehat
Berikut ini gaya hidup yang dapat membantu mengatasi disentri dirumah : 
  • Memperbanyak istirahat dengan tidak melakukan aktivitas yang berat selama kondisi tubuh masih lemas 
  • Selalu mencuci tangan sebelum makanan, menyiapkan makanan, memasak, terutama setelah buang air kecil. 
  • Sebaiknya hindari terlebih dahulu kontak lansung dengan penderita disentri 
  • Cukupi kebutuhan tubuh dengan mengkonsumsi banyak mium air putih
  • Menjaga kebersihan makanan atau minuman, bahkan alat makan lainnya 
  • Hindari terlebih dahulu mengkonsumsi makanan yang pedas, asam, berminyak serta berlemak. 
  • Selalu menjaga kebersihan toilet 
  • Selalu konsumsi air masak yang telah didih hingga matang 
  • Hindari konsumsi es batu yang dijual secara sembarangan 
  • Konsumsi makanan yang lemak, tinggi protein serta rendah serat. 
  • Hindari penggunaan handuk bersamaan dengan penderita disentri 
  • Hindari konsumsi susu atau bahkan produk susu lainnya yang tidak dipasteurisasi. 
Dan itulah cara mengatasi disentri dirumah yang bisa anda lakukan. Namun, mencegah dan juga mengatasi tidak cukup mengobati sientri apabila tidak melakukan cara mengobati disentri. Oleh karena itu, mengatasi disentri harus disertai dengan mengobati, agar disentri cepat sembuh. semoga informasi ini dapat membantu mengatasi disentri dirumah. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. 

Kamis, 17 Januari 2019

Gejala Pada Anak Saat Terinfeksi Bronkitis

Written by  
Gejala Pada Anak Saat Terinfeksi Bronkitis  - Bronkitis yang terjadi pada anak tentunya sangat membuat khawatir pada orang tua. Penyakit yang satu ini juga merupakan salah satu penyakit yang sangat banyak ditakuti oleh kalangan masyarakat sekitar, karena bronkitis ini dikenal sebagai panyekit yang berbahaya dan bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Tidak hanya orang dewasa saja yang dapat terserang penyakit ini, bahkan anak-anak yang masih dibawah umur juga dapat terserang dengan penyakit yang satu ini. Hal ini dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, sehingga sangat rentan terkena penyakit termasuk penyakit bronkitis yang satu ini. 

Bronkitis merupakan jenis penyakit yang ditandai dengan adanya gangguan pada saluran pernafasan, yang dimana dapat menyebabkan penderitanya kesulitan dalam bernafas. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, yang dimana menyebabkan pembengkakan pada saluran bronkiol. Jika saluran tersebut mengalami pembengkakan, maka kemungkinan besar akan menyebabkan kesulitan saat bernafas, bahkan mengalami batuk berat. 

Adapun beberapa gejala pada akan saat terinfeksi bronkitis, simak informasinya berikut ini : 

Gejala Pada Anak Saat Terinfeksi Bronkitis 

Hasil gambar untuk bronkitis pada anak
  • Batuk Secara Berlebih 
    Salah satu gejala yang timbul saat terinfeksi bronkitis yaitu batuk secara berlebihan, yang tidak dapat reda selama seminggu. 
  • Hidung Berair 
    Hidung berair menyebabkan anak kesulitan untuk bernafas, bahkan pada saat hidung tersebut berair dan adanya dahak, anak akan mengalami sesak nafas. 
  • Demam
    Anak yang terinfeksi bronkitis akan mengalami demam, demam tersbut bisa mencapai 38,8 ͒C atau bahkan lebih. 
  • Rewel 
    Pada saat anak terkena infeksi bronkitis, maka hal tersebut akan menyebabkan anak kesulitan untuk bernafas. Dan hal tersebut membuat anak menjadi lebih rewel. 
Jika anak anda terkena infeksi bronkitis, maka sebaiknya segera lakukan cara mengobati bronkitis dengan alami dan cepat. Dan itulah sekilas informasi mengenai gegaja pada anak saat terinfeksi Bronkitis. Semoga bermanfaat, dan sampai jumpa. 

Selasa, 15 Januari 2019

Tips Mengatasi Batuk Rejan Saat Hamil

Written by  
Tips Mengatasi Batuk Rejan - Batuk pada saat hamil tentunya hal yang sangat menganggu, apalagi jika batuk tersebut terus menerus dan tak kunjung sembuh, tentunya hal tersebut membuat rasa tidak nyaman dan bahkan menganggu. Batuk pada saat hamil merupakan hal yang sering terjadi, namun jika mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, tentunya harus diwaspadai. 

Lalu bagaimana cara mengatasi batuk pada saat hamil ? 

Nah, berikut ini ada beberapa tips yang mampu meringankan batuk pada saat hamil, simak informasinya berikut ini : 

Tips Mengatasi Batuk Rejan Saat Hamil 


  • Mandi Dengan Air Panas 
    Tips yang pertama yang dapat meringankan batuk rejan pada saat hamil yaitu dengan madi air panas atau mandi uap panas. Mandi dengan menggunakan air panas dapat meringankan serta membantu melegakan sesak nafas. Jadi sangat baik sekali hal ini dilakukan ketika ibu hamil sedang mengalami batuk rejan. 
  • Makan Sup 
    Makan sup seperti makan sup ayam merupakan hal yang harus dilakukan pada ibu hamil yang sedang mengalami batuk. Karena denagn mengkonsumsi sup ayam, hal tersebut akan membantu melegakan hidung tersumbat, serta mampu mengurangi peradangan. 
  • Berkumur 
    Berkumur dengan air hangat yang dicampurkan dengan garam dapat meringankan radang tenggorokan, bahkan batuk. 
  • Minum teh
    Minum teh yang rendah kafein yang dditambahkan dengan lemon dan madu, dapat dipercaya mampu membantu meringankan radang tenggorokan. 
Adapun cara pencegahannya seperti : 
  • Beristirahat yang cukup 
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi 
  • Berolahraga secara teratur 
  • Konsumsi air putih secukupnya 
  • Cuci tangan sesering mungkin sebelum makan 
  • Hindari berdekatan dengan orang yang terserang batuk. 
Untuk mengatasi batuk rejan pada saat hamil, anda bisa mengatasinya dengan mengkonsumsi obat herbal yang sudah terdaftar di BPOM  sehingga sangat aman untuk dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil dan bayi. Informasi selanjutnya anda bisa lihat artikel kami di CARA MENGOBATI BATUK REJAN

Terimakasih, semoga bermanfaat. 

Minggu, 13 Januari 2019

Tips Mencegah Batu Empedu Dengan Menerapkan Kebiasaan Ini

Written by  
Tips Mencegah Batu Empedu - Batu empedu merupakan pembentukan batuan kecil pada kantung empedu yang disebabkan oleh endapan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Batu empedu yang menyumbat pada saluran empedu akan menyebabkan rasa nyeri, serta infeksi. Umumnya, batu empedu disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Bahkan batu empedu juga disebabkan oleh beberapa hal seperti permasalahan pada kantung empedu, hingga masalah keturunan. 

Batu empedu merupakan masalah yang serius yang tidak boleh dibiarkan tanpa melakukan penanganan. Oleh karena itu, jika seseorang mengalami batu empedu, maka sebaiknya segeralah melakukan pengobatan cara mengobati batu empedu

Sebelum melakukan pengobatan, alangkah baiknya mencegah terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya batu empedu, yang pertama yaitu dengan memulai gaya pola hidup yang baik. Dengan merubah gaya hidup yang buruk menjadi gaya hidup baik dapat mengurangi risiko pembentukan batu empedu. Nah, berikut ini ada beberapa tips mencegah batu empedu dengan menerapkan kebiasaan yang baik. 

Tips Mencegah Batu Empedu Dengan Menerapkan Kebiasaan Ini 


  1. Mengubah Pola Makan 
    Hal yang harus dilakukan pertama yaitu dengan mengubah pola makan yang buruk menjadi lebih sehat. Misalnya yang tadinya sering mengkonsumsi jenis makanana yang mengandung banyak lemak rubah dengan kebiasaan mengkosnusmi makanan yang sehat. Karena mengkonsumsi makanan yang terlalu mengandung banyak lemak atau tidak sehat tentunya aakan menyebabkan obesitas. 
  2. Melakukan Olahraga Secara Teratur 
    Tidak hanya baik untuk kesehatan saja, melakukan olahraga secara teratur atau rutin dapat membantu mempertahankan atau menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, melakukan olahraga juga dapat membantu mencegah batu empedu. Sebaiknya biasakan diri untuk melakukan olahraga setidaknya 30 menit perhari.  
  3. Mengontrol Berat Badan
    Obesitas merupakan salah satu faktor batu empedu. Orang dengan memiliki kelebihan beart badan akan rentan sekali terkena batu empedu. 
  4. Hindari konsumsi obat-obatan tertentu
    Perlu untuk anda ketahui, ada beberapa obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko batu empedu, seperti obat penurun kolesterol (gemfibrozil dan fenofibrate). 
Dan itulah beberapa tips mencegah batu empedu dengan menerapkan kebiasaan sehat. Semoga bermanfaat. 

Kamis, 10 Januari 2019

Aterosklerosis, Kondisi Fatal Penyebab Stroke Dan Jantung

Written by  
Aterosklerosis - Aterosklerosis merupakan suatu keadaan dimana terjadinya penyempitan pada pembuluh darah yang disebabkan karena adanya plak pada pembuluh darah. Plak tersebut membuat aliran darah yang menuju kejantung serta organ tubuh lainnya menjadi terhambat. Plak yang menjadi penyebab utama terjadinya aterosklerosis yaitu terbentuk dari kolesterol tinggi, serta lemak. 

Aterosklerosis, Kondisi Fatal Penyebab Stroke Dan Jantung


Banyak orang yang tidak mengetahui dirinya memiliki aterosklerosis, hal ini karena kebanyakan orang terlalu sepele menganggapnya. Aterosklerosis memang tidak terbentuk begitu saja, aterosklerosis awalnya akan merusak endotelium (lapisan dingding pembuluh darah) yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, keseringan merokok, serta memiliki kolesterol jahat yang tinggi yang ada pada darah. 

Jika kolesterol jahat tersebut melewati endotelium yang rusak, maka kolesterol tersebut akan masuk pada dingding pembuluh darah. Dan hal tersebut akan membuat sel darah putih akan mengalir ke daerah endotelium yang rusak tersebut untuk membantu mencerna kolesterol yang jahat yang tinggi dalam darah. 

Bahkan pembentukan plak juga bisa memerlukan waktu hingga bertahun-tahun. Meski begitu, tetapi plak tersebut akan terus membesar sehingga dapat menyumbat aliran darah. Jika hal tersebut terjadi, maka akan mengakibatkan menderita penyakit jantung, stroke dan bahkan masalah kesehatan lainnya. 

Namun perlu untuk anda ketahui juga, sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah juga akan mengalami pecah dengan sendirinya. Jika hal ini terjadi pada otak, maka kemungkinan besar akan menyebabkan stroke. Dan jika hal ini terjadi pada jantung, maka akan menyebabkan serangan jantung. Karena prosesnya yang panjang dan memakan waktu bertahun-tahun, sehingga tidak heran jika aterosklerosis ini banyak diderita oleh orang yang sudah berumur.

Dan itulah sekilas informasi mengenai Aterosklerosis, Kondisi Fatal Penyebab Stroke Dan Jantung. Jika aterosklerosis tidak ingin menyebabkan stroke dan jantung, maka sebaiknya segera melakukan cara mengobati aterosklerosis sejak dini. Karena jika hal ini diabiarkan tanpa melakukan penanganan, maka kemungkinan besar akan berseiko seperti penyakit jantung serta stroke.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. 

Rabu, 09 Januari 2019

3 Penyebab Abses Payudara Perlu Diketahui

Written by  
3 Penyebab Abses Payudara - Abses Payudara merupakan salah satu bentuk peradangan yang terjadi pada payudara. Peradangan tersebut disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang masuk pada puting payudara, sehingga menimbulkan terkumpulnya nanah pada payudara. Dengan kondisi tersebut, payudara mengalami pembengakakan dan menimbulkan rasa nyeri pada payudara. 

Wanita yang sedang menyusui sangat rentan mengalami kondisi ini, hal ini disebabkan karena bakteri yang masuk melalui luka pada puting, sehingga menimbulkan infeksi dan menyebabkan abses payudara. Meskipun ibu menyusui lebih rentan mengalami abses payudara, tetapi hal tersebut tetap harus melakukan pemberian ASI pada bayi, karena hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada saluran ASI yang akan memicu terjadinya mastitis. 

Tidak hanya itu saja, wanita yang memiliki kelebihan berat badan dan memiliki payudara besar juga beresiko mengalami abses payudara. 

Penyebab Abses Payudara 

Ada 3 penyebab abses payudara yang perlu untuk diketahui, diantaranya yaitu :

  1. Kondisi Mastitis 
    Mastitis dapat menyebabkan wanita yang sedang menyusui mengalami abses payudara. Mastitis itu sendiri merupakan suatu kondisi dimana adanya peradangan pada payudara yang sering terjadi pada ibu menyusui. Peradangan tersebut terjadi diakibatkan karena tersumbatnya aliran ASI, Sehingga menyebabkan infeksi pada jaringan payudara. 
  2. Adanya Luka Pada Payudara 
    Jika terdapat luka pada payudara sebaiknya perhatikan dan menjaga kesehatan payudara. Karena luka pada payudara dapat mengalami abses payudara. 
  3. Gaya Hidup
    Tidak hanya wanita yang menyusui yang dapat mengalami abses payudara. Wanita dengan gaya hidup yang kurang sehat juga dapat memiliki risiko mengalami abses payudara. Salah satu contoh gaya hidup yang kurang sehat yaitu merokok. Tidak hanya wanita perokok saja, penggunaan bra yang terlalu ketat dan kecl juga menyebabkan seseorang mengalami abses payudara non laksi. 

Jika seseorang mengalami abses payudara, sebaiknya segera lakukan Cara mengobati abses payudara. Karena abses payudara yang tidak segera diatasi dengan cepat akan menyebabkan kematian bahkan menimbulkakn penyakit mastitis yang akan memperburuk kondisi. 

Itu saja yang bisa kami sampaikan mengenai penyebab abses payudara, semoga informasinya bermnafaat dan termakasih telah menyimak. 

Minggu, 02 Desember 2018

Komplikasi Penyakit Obesitas

Written by  
Komplikasi Obesitas -   Tidak hanya akan menimbulkan gangguan pada penderita obesitas juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit. Apa saja penyakit yang ditimbulkan dari obesitas, untuk lebih jelasnya simak artikel dibawah ini.

Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak.


Obesitas merupakan penyakit yang dapat berpengaruh pada tingkat kesehatan tubuh dan dapat memperpendek usia harapan hidup manusia. Penderita obesitas biasanya mengalami tidak percaya diri, sulitnya pencapaian kerja hingga depresi. Penyakit obesitas biasanya sering dikaitkan dengan penyakit diabetes tipe 2 hal ini terletak pada resisten insulin pada saat tubuh tidak mendapatkan insulin secara efektif sehingga mengakibatkan kadar gula darah meningkat.

Selain mengalami resiko terkena diabetes, penderita obesitas juga bisa mengalami resiko berbagai komplikasi penyakit yaitu :
  1. Penyakit sleep anea.
    Kondisi ini dapat membuat pernapasan beberapa kali terhenti saat tidur. Hal ini terjadi karena jaringan di bagian pangkal tenggorokan tidak bisa membuka saluran udara akibat obesitas. Kondisi ini dapat memicu beberapa penyakit seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung, aritmia, depresi, bahkan kematian.
  2. Penyakit batu empedu.
    Hal ini disebabkan karena orang obesitas memproduksi kadar kolesterol yang tinggi. Akibatnya, empedu tidak mampu membantu tubuh mencerna semua kolesterol dan batu empedu akan terbentuk. Untuk mencegah terjadinya penyakit batu empedu gunakan obat penghancur batu empedu yang aman dan tepat.
  3. Penyakit kanker.
    Obesitas dikaitkan dengan berbagai kanker seperti kanker endometrium, kanker usus besar dan anus, kanker payudara, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker kerongkongan, kanker kandung empedu, dan kanker tiroid. Hal ini karena obesitas umumnya memiliki kadar insulin tinggi yang dapat memicu beberapa jenis kanker, orang dengan obesitas mengalami peradangan ringan yang bersifat kronis.
  4. Pada wanita hamil.
    Bagi wanita hamil yang mengalami obesitas juga lebih berisiko mengalami preeklamsia , infeksi saluran kencing, kehamilan tua, infeksi pascapersalinan, komplikasi operasi Caesar, hingga gangguan saat persalinan. Di samping itu, risiko operasi dan pascao perasi pada orang dengan obesitas akan meningkat, seperti risiko pembekuan darah, infeksi pada luka operasi, dan emboli paru.
Demikian artikel tentang komplikasi obesitas semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.